Thu16042026

Last updateWIB3_ThuPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1775744192+07:00ThuPMWIBE

Aneka

BPLHD Nilai Coretan Save Ciremai Bukan Vandalisme

Salah satu coretan Save Ciremai terpampang ditembok sekolah.

Kuningan (KaTer) - Maraknya aksi tulisan ‘Save Ciremai’ di beberapa titik yang ada di pusat kota Kuningan, diniali Kepala BPLHD Kuningan, Ir Doddy Nurochmatudin bukan vandalisme. Menurutnya, masyarakat juga harus bisa membedakan antara tulisan Grafity dengan aksi Vandalisme atau coretan sejenisnya.

“BPLHD Kuningan tidak mau terlalu gegabah melakukan tindakan penghapusan atau pembersihan. Karena sampai saat ini, belum menerima laporan ada pihak yang merasa dirugikan terkait tulisan ‘Save Ciremai’ di sejumlah tempat baik fasilitas umum maupun pribadi,” kata Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kuningan, H Dodi Nurochmatudin kepada KaTer saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/3/2014).

Dia menuturkan, kalau memang tidak sepatutnya, apalagi di tempat umum dan masyarakat milik pribadi, maka jika merasa terganggu dengan tulisan itu, masyarakat mempunyai hak untuk menghapusnya. Karena, apabila masyarakat merasa dirugikan dengan tulisan itu, seharusnya jangan mau untuk dikotori.

Menurutnya, masyarakat juga harus bisa membedakan antara tulisan Grafity dengan aksi Vandalisme atau coretan sejenisnya. Kalau aksi vandalisme itu dilakukan pada saat kondisi sembunyi-sembunyi dan tidak diketahui oleh orang lain. Berbeda dengan coretan ‘Save Ciremai’, karena orang-orangnya ada dan jelas arahnya kemana. Tetapi, karena orang merasa ketakutan atau tidak berani jadi enggan untuk melarang aksi mencoret dinding tersebut.

“Saya yakin disemprotnya bukan pada malam hari atau di waktu yang secara sembunyi-sembunyi,” terangnya.

Dia menegaskan, ini konteksnya bukan hanya sekedar mengotori saja. Berbeda maknanya dengan aksi Vandalisme, karena mempunyai muatan-muatan lain. Jadi Ia tidak berani untuk langsung melakukan reaksi pembersihan atau tindakan serupa. Ia mengakui belum ada koordinasi dengan instansi terkait soal maraknya tulisan ‘Save Ciremai’ itu. Namun, masalah ini bukan persoalan pembiaran, karena tidak segampang itu dan harus melalui upaya penyelesaian yang tepat.

“Kita tidak ada unsur pembiaran terhadap tulisan itu. Secara internal sudah ada pembicaraan, dalam waktu dekat akan melakukan musyawarah dengan beberapa pihak terkait, Apabila memang harus dihapus maka kita akan melakukan upaya pembersihan,” tandasnya.

Dodi berharap, tulisan-tulisan seperti itu harus disikapi dari berbagai segi. Jangan dari segi pengotoran saja, namun esensi dari makna tulisan tersebut mengandung harapan yang ingin dicapai, sesuatu yang ingin disampaikan. “Mari bersama-sama sikapi hal itu dengan cara bijak dan baik,” katanya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing