Aneka
HUT RI Ke-69 ala Masyarakat Adat Jawa Barat
- Details
- Published on Tuesday, 19 August 2014 09:26
- Written by Harri Safiari
- Hits: 32943
Bandung (Kuningan Terkini) - Merujuk pada tema nasional dalam kaitan HUT Ke-69 Kemerdekaan RI Tahun 2014 – Dengan Semangat Proklamasi Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera. BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jawa Barat terpanggil untuk turut serta memperingati dan merayakannya HUT RI ke 69 dengan cara yang khas, ala masyarakat adat Jawa Barat.
BOMA Jabar yang lahir pada 2013, adalah pengembangan dari BOTS (Baresan Olot Tatasr Sunda, 2009 – 2013). Kini di BOMA Jabar terhimpunan beberapa kampung adat seperti Kampung Adat Sanaga (Salawu Tasikmalaya), Cikondang (Kabupaten Bandung), Sinarresmi, Ciptagelar, Ciptamulya (Kabupaten Sukabumi), Kampung Kuta (Ciamis), Rancakalong (Kabupaten Sumedang), Kampung Dukuh (Kabupaten Garut), Cireundeu (Cimahi), Dayak Segandu (Kabupaten Indramayu), serta puluhan komunitas budaya tatar Sunda lainnya.
Khusus untuk peringatan HUT Ke-69 Kemerdekaan RI Tahun 2014 (17/8/2014 Pkl 12.00 – Selesai, di Pasir Impun, Kawasan Eko-Wisata dan Budaya, Alam Santosa), BOMA Jabar yang dalam hal ini Eka Santosa selaku Pangaping (Pelindung) bersama para olot (tokoh adat tatar Sunda), akan menggelar peringatan secara khusus - ala masyarakat adat Jabar.
Sapta Nirwandar, Wamen Parawisata dan Ekonomi Kreatif, penyandang gelar Sinatria Cipta Karsa dari warga adat Jabar yang dikukuhkan di Jakarta pada 2012 lalu, dipastikan hadir di Alam Santosa (17/8/2014) pada siang hari.
“Pak Sapta Nirwandar hadir di Alam Santosa dengan ijin khusus dari presiden RI”, tambah Eka saat konpers di Rumah Makan Bale Gazeeboe Bandung.
Sudah saatnya, warga adat Jabar dan Nusantara menunjukkan jati diri bangsa dengan cara yang khas. “Selama ini warga adat Jabar sering tampil tak seutuhnya. Kini bersama penduduk di Pasir Impun, berkolaborasi, merenung, memperingati kemerdekaan RI ke 69,” ujar Eka Santosa, Pangaping BOMA Jabar yang juga sebagai Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum.
Untuk diketahui, populasi warga adat di Jabar saat ini (2014) diperkirakan 8 juta jiwa dari total sekitar 45 juta pada tahun 2014 ini. Populasi yang banyak ini, sering diterlantarkan keberadaannya oleh pemerintah.
“Sebenarnya, mereka ini penjaga nilai-nilai luhur akar budaya kita, Bila mereka ini tak diperhatikan seksama, maka tak bermaknalah bangsa ini”, seru Eka Santosa yang kerap mengkritisi keganjilan di masyarakat.
Terkait hal ini, Olot Jajang Sanaga dari Kampung Adat Sanaga, Ketua Harian BOMA Jabar, menyatakan, Selaku warga adat tatar Sunda kembali menegaskan komitmen untuk menegakkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD ’45. Sejalan dengan amanat para sesepuh adat tatar Sunda, jangan sangsikan kami untuk menjaga NKRI, diantaranya melalui gerakan rakyat semesta.
“Para pemimpin nasional, HARUS menjaga NILAI-NILAI Luhur dan Tradisi masyarakat adat. Tujuannya, agar roh pembangunan Indonesia dan revolusi mental yang kita gulirkan bisa berjalan sukses,” terangnya. (Harri Safiari)






