Aneka
Kemarau, Desa Cileuya Krisis Air Bersih
- Details
- Published on Thursday, 28 August 2014 20:39
- Written by Andry
- Hits: 54915
Kuningan Terkini - Memasuki musim kemarau, sebagian warga di wilayah Kabupaten Kuningan khususnya di Dusun Calincing Desa Cileuya Kecamatan Cimahi mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya, sebagian warga harus rela menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air dengan berjalan kaki. Selain itu, warga Dusun Calincing yang berada di daerah perbukitan dan pesawahan tersebut juga mengeluh karena sudah lama tidak ada kiriman air bersih dari PDAM.
Menurut warga setempat, Arifin kepada KaTer, Kamis (28/8/2014), menuturkan, di wilayahnya warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih karena sejak lebaran lalu sudah tidak ada hujan turun. Setiap musim kemarau, setiap warga di wilayahnya hanya mengandalkan mata air yang ada untuk mencukupi kebutuhan air bersih.
"Kekeringan sudah menjadi langganan tiap tahun, kami sudah terbiasa walaupun hidup jadi susah. Air sumur disini bisa menyimpan air hujan selama satu minggu, jika tidak hujan maka sumur kering," ucap Arifin ketika ditemui disumber mata air Blok Kiara Domba.
Selain itu lanjut Arifin, PDAM juga sudah lama tidak mengirim air bersih. Meskipun saat ini pemerintah Kabupaten Kuningan tengah membangun bendungan besar, namum posisi bendungan tersebut berada di bawah perbukitan.
"Warga disini kurang respon dengan adanya rencana bendungan itu. Karena, airnya akan dialirkan ke timur. Kami minta Pemkab Kuningan membuatkan air artesis atau Pamsimas dengan sumber mata air dari Pasir Ipis Gunung Tilu Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana," jelasnya.
Dikatakan, hampir seluruh mata air di sekitar perbukitan mengalami kekeringan. Bahkan, jika penuh pun warga harus ngantri sejak pagi. Ada juga warga yang harus membeli air untuk kebutuhannya.
“Kita harus datang pagi-pagi untuk mengambil air dar sumur mata air ini. Terkadang jika warga enggan mencari sendiri mereka beli. Satu dirigen dihargai Rp 2.500 sebanyak 20 liter. Kita sehari butuh 5 sampai 6 jarigen,” sebutnya.
Sementara, warga lainnya Aat menyampaikan hal yang sama. Hampir seluruh mata air andalan penduduk kampung di lereng perbukitan itu kini sudah menyurut drastis. Bahkan, sebagian besar di antaranya sudah kering kerontang.
"Kasihan warga disini, untuk nyuci pun harus jauh pergi menuju kali dan airnya juga sudah keruh. Selain itu, warga terpaksa harus antri dan menunggu air hingga berjam-jam di beberapa mata air sekitar Jalan Cileuya-Cibingbin," pungkasnya.(AND)






