Aneka
Sri Rahayu Menanti Uluran Dermawan
- Details
- Published on Thursday, 02 October 2014 20:41
- Written by Ade
- Hits: 55317
Kuningan Terkini - Sri Rahayu atau Ayu (25) Warga RT 9 RW 5 Dusun Pahing, Desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus kini terbaring lemas setiap harinya dikasur kamar kontrakan orangtuanya. Ia menanti uluran tangan para dermawan untuk mengobati penyakit pembengkakan betis hingga paha dan perut yang sudah dialaminya sejak delapan bulan itu.
Sri Rahayu merupakan putra pertama dari empat bersaudara pasangan Ani (35) asli warga Bandorasa dan Saman (53) asal Surabaya Jawa Timur. Sri menikah dengan Heru (26) warga Kabupaten Indramayu dan dikarunia satu orang anak bernama Amdan Fadilah (8), Karena kondisi kesehatanya terus menurun Sri akhirnya menitipkan putrinya itu dimertuanya. Karena orang tua Sri tak sanggup membiayai cucunya untuk membeli susu.
Menurut ibunya Sri Rahayu, Ani (35), asal mula putri pertamanya sakit setelah melahirkan satu bulan dan disuntik KB ketika tinggal bersama mertuanya di Indramayu. Setelah melahirkan, Ia nengok ke Indramayu. Kondisinya masih sehat termasuk bayinya. Ayu suka curhat badanya lemes terus dan pusing.
“Setelah konsultasi dengan bidan desa disini, dia disarankan berhenti suntik KB, sampai dia ikut suaminya usaha di Bekasi tapi tetap tidak sembuh,"kata Ani, Kamis (2/10/2014). Ani mengatakan, suatu malam mendapat telepon dari Ayu ketika ada di Bekasi ingin pulang karena penyakitnya tak kunjung sembuh. Sebagai ibu merasa kasihan dan menyuruhnya pulang ke Kuningan, tapi malah pulang kerumah mertuanya di Indramayu.
"Ayu jika dihubungi katanya sehat-sehat saja. Pas malam itu dia minta ditransfer uang Rp 500 ribu, katanya untuk nebus obat. Kami jadi penasaran ingin meliatnya kesana sampai menggadaikan motor suami saya satu juta dan minjam dari rentenir 500 ribu karena kami ingin meliaht kondisi Ayu disana,"ungkap Ani.
Dengan bekal uang 1,5 juta rupiah Ani dan suaminya Saman yang bekerja sebagai buruh bangunan itu menengok kondisi anaknya di Indramayu. Sampai disana terkejut sekaligus sedih karena kondisi Ayu sakit tak wajar dibagian kaki dan perutnya.
"Mertuanya sih baik sudah mengobati disana bahkan yasinan jalan terus. Tapi saya tidak enak, makanya Ayu dibawa pulang kesini karena dari kaki yang bengkak mengeluarkan air terus,"katanya.
Ani pun bercerita tentang usaha menyembuhkan putranya itu dengan membawa ke RS Bandorasa dan RS Bahayangkara Indramayu tetapi dokter tidak memberitahukan jenis penyakitnya.
"Sempat dirawat seminggu di RS Bayangkara tapi tidak dilanjutkan karena terkendala biaya. Kata dokter ada yang bilang penyakit kaki gajah ada yang bilang juga liver,"katanya. Ani mengemukakan berharap ada orang yang peduli pada kesehatan putrinya itu, karena selama ini hanya mengandalkan berobat jalan dari dokter umum setempat.
"Pernah mau dirawat dengan BPJS tapi terkendala administrasi penduduk. Karena Ayu masih KTP Indramayu, mau membuat KTP disini belum punya uang, mohon kebijakan dari Pemda Kuningan,"katanya.
Ani pun merasa bersedih karena tak hanya Ayu putra pertama yang sakit, tapi putra kedua dan ketiganya Ari Widodo (23) dan Yusuf Fardan Abdillah (4 tahun) menderita penyakit paru - paru serta ginjal.
"Terus terang saja pak rumah pun ngontrak belum bayar, makan pun hanya mengandalkan dari suami saya yang kerja serabutan untuk menghidupi tujuh orang," bebernya. (DHE)






