Thu16042026

Last updateWIB3_ThuPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1775744192+07:00ThuPMWIBE

Aneka

Waduk Menyusut, Warga Bercocok Tanam

Warga sekitar waduk Darma memanfaatkan waduk darma yang menyusut dengan bercocok tanam.

Kuningan Terkini - Ada hal menarik jika melihat pemandangan di sekitar kawasan Obwis Waduk Darma yang terletak di Desa Jagara Darma Kuningan. Bukan lagi pemandangan sejumlah wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata, namun puluhan warga setempat yang memanfaatkan sebagian lahan kawasan waduk untuk pertanian. Mereka umumnya bercocok tanam jenis palawija dan benih padi untuk konsumsi sehari-hari.

“Iya kang, karena musim kemarau jadi air di waduk Darma terus menyusut. Ini sering kami manfaatkan sebagian lahan untuk bercocok tanam seperti palawija dan padi,” ucap salah seorang warga setempat Ikin saat ditemui KaTer di lokasi bertanam padi, Jumat (10/10/2014).

Menurutnya, kondisi semacam ini memang kerap terjadi setiap tahun. Pemanfaatkan yang dilakukan warga juga hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya yang dimanfaatkan untuk bercocok tanam karena kondisi tanah yang memungkinkan untuk ditanami.

“Daripada kondisi areal tanah tersebut nganggur, mending kita tanami pertanian. Alhamdulillah juga hasilnya bisa kita nikmati walaupun tidak begitu banyak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Maemunah. Ia dan warga yang lain memang sudah terbiasa memanfaatkan lahan yang berada di bibir waduk tersebut untuk pertanian. Selain itu, seruan dalam pelarangan pemanfaatan lokasi oleh warga untuk dijadikan lahan pertanian juga diakui belum ada.

“Kami dalam sistem pengairan sendiri menggunakan pipa untuk membasahi areal pertanian. Tidak begitu sulit, karena sumber air disini juga sangat melimpah. Sehingga kami tidak khawatir kekurangan air,” tandasnya.

Dikatakan, untuk rugi dan untungnya saat bercocok tanam di areal waduk darma, tentu sebelumnya sudah punya rencana. Agar, apabila sampai terjadi hal yang tidak diharapkan, petani tidak terlalu mengalami kerugian yang cukup besar.

“Belajar dari pengalaman sebelumnya, saat bertanam juga kami menyesuaikan jenis tanaman yang bakal ditanam. Sebab, kita juga tidak tau terhadap cuaca yang tiba-tiba bisa menimpa lahan pertanian sehingga air waduk kembali meluap,” ungkapnya.

Ia juga meyakini bahwa kemarau saat ini bisa lebih lama. Karena, dari tahun sebelumnya juga kemarau baru selesai hingga lima bulan kedepan yakni bulan maret. Dan kemungkinan tersebut bisa terjadi bahwa kemarau bisa sampai maret 2015 kedepan.

“Ya kalaupun musim hujan kembali datang, semoga saja air waduk tidak meluap terlalu banyak. Kalaupun iya, ya kami pasrah saja,” pungkasnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing