Aneka
Remaja Muslim Hadiri Peringatan Natal
- Details
- Published on Friday, 26 December 2014 11:12
- Written by Bayu
- Hits: 27979
Kuningan Terkini - Tanggal 25 Desember merupakan hari yang spesial bagi umat kristiani, karena pada saat itu seluruh umat kristiani pada umumnya memperingati hari besar Natal. Seperti yang diadakan oleh Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang melangsungkan peringatan Natal di Gedung Sanggarian Kuningan, Kamis (25/12/14). Peringatan hari besar kali ini dinilai sederhana namun sangat istimewa terlebih banyak tamu yang hadir dari kalangan non kristen.
Pada kesempatan itu, hadir beberpa remaja Muslim dari berbagai kalangan. Diantarannya Cahyana remaja Kuningan selaku ketua dua PMII cabang Kuningan, Tomi mahasiwa Muhammadiyah serta Siti Masitoh dan Azahra Laila Zannah mahasiswa UIN Ciputat.
“Kami hadir dalam acara ini dalam bentuk silaturahmi, kami berharap semoga hal ini bisa jadi contoh agar semua umat di Indonesia bisa menghargai dan toleransi. Karena pada dasarnya kita itu satu umat dalam bingkaian Bhineka Tunggal Ika, seperti yang Nabi Muhammad katakan kita itu Ummatn Wahidan, yang terpenting visi dan misi kita sama menjadikan negara yang Madanniyah atau harmonis,” ungkap Cahyana pada Kuningan Terkini.
Kismoro Tunggal selaku Pendeta GKI sangat apresiatif dan merasa terhormat dengan adanya tokoh remaja muslim yang hadir pada Natal kali ini, dirinya menganggap dengan datangnya remaja tersebut mampu memberikan nuansa Natal yang berbeda dan menjalin erat rasa persaudaraan.. “Saya sangat bahagia dan bangga dengan datangnya beberpa remaja muslim, ini berarti sebuah implementasi kesatuan dan persatuan Indonesia. tanpa memandang perbedaan suku, agama dan budaya kita,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Pendeta Yayan selaku ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG), menilai rasa kepedulian dan toleransi remaja muslim yang datang akan dijadikan sebuah kekuatan masyarakat yang mampu memajukan Kuningan.
“Banyak konflik di negara ini akibat isu-isu agama yang, suku dan yang lainnya menyangkut perbedaan setiap orang yang belum tentu benar adanya. Tapi dengan adannya pertemuan ini, kita jadikan sebuah kekuatan negara kita agar tidak bisa diadu domba begitu saja oleh negara asing,” pungkasnya. (BAY)






