Aneka
Teater Pecut Konsisten Berteater
- Details
- Published on Thursday, 08 January 2015 19:10
- Written by Admin
- Hits: 51263
Kuningan Terkini - Sejak Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan berdiri, Teater Pecut terus konsisten menggelar pementasan di gedung kesenian yang dibangun beberapa tahun lalu. Tahun 2012 Teater Pecut menggarap naskah Sandiwara Orang-Orang Negeri Dangdut karya Aan Sugiantomas, Tahun 2013 menggarap naskah Musang Berjanggut karya Djamalull Abidin Ass. Tahun 2014 menggarap naskah Dedes (Terperdaya atau Memperdaya Menjadi Sah-sah Saja) karya Aan Sugiantomas.
Kini, di tahun 2015, teater yang bermarkas di jalanPramuka No. 67 Kuningan ini kembali menggebrak Kuningan dengan menggarap naskah Bulan dan Kerupuk karyaYusef Muldiyana.
Menurut Aan Sigiantomas yang kini menjabat sebagai dosen di perguruan tinggi terbesar di Kuningan, UNIKU, pementasan Teater Pecut Bulan jeung Kurupuk digelar mulai dari tanggal 5 hingga 11 Januari 2015 di Gedung Kesenian Kuningan.
"Pementasan dimulai pukul 14.00, kecuali hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan 11 Januari 2015. Sabtu tanggal 10 Januari 2015 dua kali pentas, yaitu pukul 14.00 dan pukul 19.30 (khusus tamu undangan), dan hari Minggu 11 Januari pentas dimula ipukul 10.00 pagi," katanya kepada Kuningan Terkini, Kamis (8/1/2015).
Dikatakannya, jika di tahun-tahun sebelumnya Teater Pecut banyak menggarap naskah berbahasa Indonesia, di garapan kali ini Teater Pecut menggarap naskah bahasa Sunda. Naskah Bulan dan Kerupuk karya Yusef Muldiyana ini sebetulnya adalah naskah berbahasa Indonesia yang kemudian disadur oleh Rosyid E. Abby kedalam bahasa Sunda. Setelah disadur, naskah ini kemudian menjadi salah satu naskah terpilih dalam acara Festival Drama Basa Sunda tahun 2014 di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung.
“Garapan naskah ini sebetulnya sudah dipentaskan padak tahun 2014 lalu. Tanggal 1 Mei 2014 kita pentas di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung dalam acara Festival Drama Basa Sunda”, tutur Aan Sugiantomas sang sutradara BulanjeungKurupuk.
Aan Sugiantomas juga menyatakan bahwa Bulan jeung Kurupuk ini merupakan naskah berbahasa Sunda pertama yang digarapnya. Terkait hasil Festival Drama Basa Sunda (FDBS) tahun 2014 lalu, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra itu menjelaskan bahwa target utama dalam festival tersebut bukan juara, tapi pengalaman dan pembelajaran bagi anggota Teater Pecut.
“Meskipun demikian, kiprah Teater Pecut dalam FDBS 2014 lalu sangat diperhitungkan di Jawa Barat, tidak hanya oleh teater kampus tapijuga teater umum,” terangnya.
Hal itu sambung Aan, terbukti dengan berhasilnya Teater Pecut masuk dalam 3 kategori nominasi. Yaitu, lima sutradara terbaik, lima setting terbaik, dan lima aktris terbaik dari 70 peserta FDBS. Teater Pecut berhasil masuk kedalam 10 pementasan terbaik dalam ajang FDBS tersebut.
“Setelah ajang festival tersebut, kami segera mendiskusikan untuk menggelar pementasan Bulanjeung Kurupuk ini di Kuningan. Sayang sekali kalau tidak dipentaskan lagi, mengingat drama berbahasa Sunda sudah jarang dipentaskan.Pementasan ini, merupakan upaya kami dalam rangka ngamumule basa indung, yaitu basa Sunda, pungkas sang sutradara yang juga merangkap sutradara Teater Sado.(j’ly)







Comments
RSS feed for comments to this post