Aneka
SSC CADAS Gelar Kontes Anjing Pemburu
- Details
- Published on Sunday, 11 January 2015 09:34
- Written by Harri Safiari
- Hits: 61019
Kuningan Terkini - Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu 2015, di Kampung Pabuaran Desa Jatihurip Kabupaten Sumedang, kembali digelar, Sabtu (10/1/2015). Kontes ini memperebutkan sejumlah hadiah (domba dan trophy) dari Kartika team SSC (Satuan Satwa CADAS) Cup. Sebelumnya, pada tahun 2014 Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu telah dilaksanakan di tempat yang sama.
Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu 2015 diikuti total anjing ras kampung 70 ekor. Yang dinilai dalam kontes ini adalah kecepatan dan ketepatan anjing kampung saat berburu hama babi hutan (bagong – Bhs. Sunda). Sponsor utama kontes kali ini yang dikenal dengan nama H Emo, seorang pengusaha di Kabupaten Sumedang yang juga pehobi berat pecinta kuda di Jawa Barat mengatakan, digelarnya kontes ini karena Ia prihatin dengan banyaknya orang yang hanya bangga pada anjing ras luar negeri.
“Anjing kampung kita juga punya pesona khas. Mereka sudah ratusan tahun akrab dengan nenek moyang kita. Ini asset budaya yang patut kita lestarikan juga. Perlahan-lahan kita bangun lagi kebanggaan ini,” kata H Eno menjelaskan.
Untuk menggairahkan acara kontes kali ini, H Emo menggelar pintonan nayaga (live) seni tradisional Sunda. Tiga pesinden dan beberapa pemain pencak silat pun dihadirkan.
”Rame-lah, ngadu bangong ayeuna mah aya seni kendang pencak sagala”, kata Unen (53), warga Pabuaran, Kabupaten Sumedang yang turut ngengklak disela-sela adu bagong yang diramaikan gonggongan anjing kampung yang juga selama ini banyak dilupakan orang.
Seperti diketahui, sehari-hari anjing kampung ini, di pelosok Jawa Barat khususnya, dikenal sebagai sahabat setia petani. Rata-rata anjing kampung yang ikut pada kontes ketangkasan kali ini dipelihara oleh sekurangnya sebelas komunitas petani pemburu hama babi hutan (bagong) di Jawa Barat.
“Hanya minus pesertanya dari Jabar bagian Barat seperti Bogor, Karawang, Bekasi, dan Sukabumi. Mereka belum sempat hadir saja. Mayoritas peserta kontes kali ini berasal dari Priangan Timur,” kata Iwan dan Kimsuy, panitia di bagian pendaftaran.
Ditempat yang sama, ketua panitia pelaksana, Nurhadi menjelaskan, tujuan digelarnya kontes anjing pemburu ini, selain sebagai ajang silaturahmi petani pemburu babi hutan, juga untuk melestarikan keberadaan anjing ras kampung di Jawa Barat yang mau punah. “Mereka terdesak anjing ras asal luar negeri,” ucapnya.
Jika sukses kata Nurhadi, rencananya akan digelar setiap 3 bulan sekali per regional di Jawa Barat. Puncaknya, pada setiap akhir tahun akan dilakukan semacam perang bintang. “Akhirnya, kita dapatkan nanti anjing kampung unggulan,” jelasnya.(Harri Safiari)






