Sun19042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Aneka

Nasib Radio, Hidup Segan Mati Tak Mau

Radio

 

Kuningan Terkini - Radio, tak cuma menemani di kala sepi. Namun media ini juga mampu memberikan hiburan serta informasi aktual yang dibutuhkan oleh pendengar di saat-saat genting, saat macet misalnya.

Saat gempa Yogyakarta pada 2006 silam, cuma radio lah yang bisa dijadikan sebagai sarana komunikasi saling tukar informasi antara para korban, pemerintah setempat dan juga para relawan. Lewat Radio Sonora, saat itu yang menjadi satu-satunya radio yang masih bisa mengudara (RRI bisa tapi jangkauan dekat). Informasi awal mengenai gempa Jogja disiarkan secara luas ke seluruh Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan, bantuan pun mengalir lewat radio milik Kompas Gramedia Grup ini.

Bahkan, saat perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dulu, radio juga menjadi sarana komunikasi yang sangat penting. Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 menjadi penyemangat arek-arek Suroboyo untuk bangkit melawan, dan tidak gentar oleh serangan pasukan Inggris yang dilengkapi dengan senjata canggih.

Dengan keyakinan yang tinggi, serta semboyan merdeka atau mati, arek-arek Suroboyo pantang menyerah dan dengan gagah berani melawan pasukan Inggris di Surabaya. Pidato Bung Tomo saat itu pun, disiarkan oleh radio, tepatnya Radio Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI). Pidato-pidato Bung Tomo kala itu juga banyak yang direlai oleh RRI.

Saat media televisi, koran, masih mahal, dulu radio menjadi media rakyat yang dinikmati oleh orang-orang di kampung. Hiburan sandiwara radio seperti Tutur Tinular, Saur Sepuh, Misteri Nini Pelet pun menjadi tenar karena disiarkan lewat radio.

Kini, saat dunia sudah serba digital, keberadaan radio makin tersisihkan. Apalagi dengan adanya internet yang sudah merambah ke kampung-kampung, nasib radio semakin 'la yahya wala yamuut' atau hidup segan mati tak mau.

Bagaimana nasib radio kini? Apakah cuma jadi teman sepi di kala macet Jakarta makin menggila? Atau cuma jadi semacam media pelengkap media-media lain yang lebih up to date? Serta bagaimana insan radio bisa bertahan dan tetap eksis?.(merdeka.com)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing