Sat18042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Aneka

Sarah Tsunami, Tegar dan Bermental Baja

Sarah Tsunami (digendong ketua LSM Cadas) berfoto bersama seusai pemeriksaan matanya.

Bandung (KaTer) - Bayi ajaib yang terhindari dari badai Tsunami, boleh bernafas lega. Pasalnya, setelah memeriksakan matanya di RS Cicendo, Bandung, saat ini Sarah sudah bisa menggunakan kacamata untuk membantu penglihatannya yang selama ini terkendala.

Perlu diketahui, Sarah Tsunami ini adalah anak angkat dari Eka Santosa, mantan Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004). Selama berobat ke RS Mata Cicendo, mereka tinggal di kediaman Eka Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Sayang, kehadiran keluarga Sarah kali ini tak bisa bertemu langsung dengan Eka Santosa, karena pada waktu bersamaan ia sedang berada di Ciamis.

Selain orang tua angkatnya, Eka santosa, LSM CADAS yang selama ini berkiprah dibidang hak sipil dan lingkungan hidup, berkenan membantu kelancaran pengobatan bagi keluarga Sarah Tsunami di RS Mata Cicendo. “Bantuan pendampingan ini kami lakukan secara sukarela”, urai Nurhadi sambil menggendong dan terkadang menuntun Sarah yang diperiksa selama seharian penuh oleh berbagai tim dokter mata.

Keseharian Sarah Tsunami.

Sarah Tsunami relatif tidak memiliki rasa ‘rendah diri’ dibandingkan dengan anak seusia atau sesuai ‘kelas sosialnya’. Ia bisa bergaul dengan mudah pada berbagai kalangan usia. Sarah mengaku, ia biasa berjalan sekitar 1 jam setiap harinya. Hal ini dilakukannya saat jalan kai berangkat ke sekolah di SDN l Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

“Inginnya punya sepeda seperti yang lain. Tapi Sarah tak punya. Sarah berani bersepeda, kan mobil juga jarang disana,” katanya, Selasa (17/12/2013).

Selama pemeriksaan matanya di Bandung, Sarah berharap bisa pergi ke kebun binatang. “Sarah mau lihat harimau, ular, gajah, unta, dan lainnya. Sarah tak takut sama binatang besar. Kalau disuntik juga, Sarah tidak pernah bilang aduh seperti yang lain, apalagi nangis,” katanya polos.

Pembicaraan yang ceplas-ceplos dari sarah, ternyata dibuktikannya saat pemberian obat tetes mata yang biasanya dirasakan pegal atau ‘rewel’ oleh anak sebayanya. Namun, Sarah sebaliknya, terlihat biasa saja. Ia sangat patuh akan perintah dokter, semisal diinstruksikan 10 hingga 15 menit memejamkan kedua matanya setelah diberi obat tetes mata untuk melemaskan syaraf matanya, ia tak mengeluh sedikit pun. Boleh dikatakan, anak ini amat tegar, bermental baja.(HS)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing