Sun26042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Aneka

Eka: Seret Pembalak Hutan di Langkaplancar

Eka Santosa

Kuningan Terkini, Bandung - Idealnya, memperoleh kabar gembira terkait penganugerahan dari Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata untuk 151 pejuang pemekaran yang diserahkan di Lapangan Parigi, Senin Kemarin (23/10/2016) pada Ulang tahun ke-4 Kabupaten Pangandaran.

Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang identik dengan “deklarasi Jabar Darurat Lingkungan”, justru dalam momen ini merasa tergerus hatinya. “Bayangkan, esok harinya dilapori warga Cigugur dan Langkaplancar. Bertahun-tahun, ratusan hektar hutan dibabat bebas. Sumber air rusak, banjir melanda. Mereka mengadu sambil menangis dan marah,” katanya.

Diketahui, Eka dalam hal ini sebagai salah satu dari 151 penerima anugerah Anubawa Dharma Ekapada. Predikatnya khusus buat Eka sebagai Panglima Pemekaran. Lainnya, Agun Gunanjar Sudarsa sebagai Bapak Pemekaran, dan Hj. Siti Sopiah sebagai Koordinator Presidium di Jakarta. “Anugerah ini ada yang mengganjal,” Ucap Eka.

Ganjalan Eka ini dikemukaan secara terbuka pada Selasa malam (25/10/2016) di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Sehari usai menerima penghargaan ini (24/10/2016) di salah satu penginapan di Parigi, Kabupaten, Ia menerima keluhan dari warga kabupaten ini yang mengetahui persis proses perusakan hutan di perbatasan Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur, sejak tiga atau empat tahun lalu.

Hutan Pangandaran Rusak !

Menurut Eka, para aktivis lingkungan yang dimotori tokoh di Kecamatan Cigugur- Langkaplancar ada di antaranya Dase, Entis, dan Nasirin. “Mengejutkan pejabat setempat ternyata tahu adanya pembalakan liar di leuweung kolot ini. Tak heran akhir-akhir ini di Kabupaten Pangandaran sering terjadi banjir besar. Amblasnya jembatan Putrapinggan, itu bukti nyata!”.

Terkait hal ini, laporan dari media yang menyoroti fenomena pembalakan ini cukup kerap dimuat. “Tak ada efek nyata di lapangan, ke penghentian atau penindakan hukum. Para pelapor menyebutnya ke pejabat setempat sudah weureu seubeuh – kena sumpal”, ujar Eka menirukan ucapan pelapornya.

Seiring keperihatinan mendalam atas rusaknya hutan, kini Eka sedang membentuk formatur pengurus Gerakan Hejo di daerah ini. “Jangan main tundalah. Penduduk diberdayakan dengan perangkat organisasi dan landasan hukum memadai,” tegasnya.

Terkait penghargaan sebagai Panglima Pemekaran di Kabupaten Pangandaran kata Eka, Ia mengapresiasinya, namun dengan catatan tebal. Ia yakin, melalui rencana pembentukan Gerakan Hejo di sana, akan merevitalisasi Rakgantang (Gerakan Gandrung Tatangkalan – red).

“Perintah ini sesuai sesuai anjuran Mang Ihin (sapaan Solihin GP). Seret para perusak hutan di Jabar!” tutupnya dengan geram.(Hari Safiarri)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing