Wed22042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Aneka

Gerakan Hejo Perjuangkan Status FK THLBPB

Ketua Gerakan Hejo, Eka Santosa berfoto bersama dengan Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian usai berdialog.

Kuningan Terkini, Bandung – Dialog intensif untuk ke empat kalinya terjadi antara Gerakan Hejo dengan para Penyuluh Pertanian Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (FK-THLBPB). Dialog ini berlangsung di Sekertariat Gerakan Hejo Jl. Pasir Impun Atas No 5A Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (3/12/2016).

“Dihasilkan sejumlah kesepakatan pada tahap awal ini. Diseminasi visi dan misi Gerakan Hejo ke masyarakat semoga makin mengakar ke pedesaan di Jabar dan nasional,” jelas Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, Eka Santosa yang juga akan memperjuangan kejelasan status kepegawaian anggota FK-THLBPB terkait munculnya Undang-undang SP3K Nomor 16 tahun 2006.

Setelah terbit UU SP3K Nomor 16 tahun 2006, penyuluh pertanian jadi tak jelas statusnya. Kenyataannya ada penyuluh PNS, swasta, dan swadaya. Penyuluh THL TBPP tak jelas statusnya. “Di Jabar ada 1.599 penyuluh pertanian dari 19.156 di tingkat nasional, kami galau dan tak jelas, cenderung misterius malah,” urai Hikmat Fadilah, Wakil Ketua FK-THLBPB Jabar dalam dialog ini.

Diketahui, peran penyuluh pertanian di lapangan amatlah strategis, mereka kerap sebagai pahlawan pangan. Dalam skala pembangunan nasional, peran penyuluh pertanian merupakan salah satu kunci dari mata rantai target kedaulatan pangan. Kiprahnya secara teknis, erat kaitannya dengan perbaikan dan pemeliharaan irigasi, pengadaan pupuk tepat waktu, benih unggul berkualitas, mekanisasi pertanian melalui pengadaan alat pertanian dan mesin pertanian, serta peningkatan kualitas, dan kuantitas produk pertanian nasional.

Sementara itu salah satu penyuluh pertanian asal Kabupaten Kuningan dalam dialog bersama Gerakan Hejo ini merasa adahal yang baru. ”Kami tercerahkan, Kang Eka akan memperjuangkan status kepegawaian kami. Kerennya sih kami disebut ASN (aparatur sipil negara – red.), tapi dalam praktiknya terutama kesejahteraan masih tak jelas,” ungkap Ariah Suryana yang diamini rekannya M. Khairul dari Kabupaten Indramayu, dan IIs Iskandar dari Kabupaten Ciamis. (Harri Safiari/ Shahadat Akbar).

Add comment


Security code
Refresh


Fishing