Aneka
Teater Banyoe Kembali Beraksi
- Details
- Published on Monday, 12 December 2016 17:21
- Written by Admin
- Hits: 25909
Kuningan Terkini - Setelah 3 tahun melakukan kontemplasi, Komunitas Teater Banyoe kembali beraksi. Tepat tanggal 09 Desember 2016, bersamaan dengan peringatan Hari Anti Korupsi teater banyoe hadir dengan konsep dan 'wajah' yang makin terarah. Sedikitnya 150 orang anggota teater banyoe hadir di gedung kesenian Raksawacana untuk menyatukan hati, pikiran dan kepekaan bathin.
“Selama 3 tahun terakhir, kawan-kawan di komunitas lebih memilih gerakan akar rumput, sebagai bentuk pengabdian dan implementasi dari nilai-nilai perjuangan, salah satunya turun langsung ke lingkungan. Bukan selama ini tidak berkarya, namun cara ini dianggap paling efektif dan menyentuh masyarakat,” kata pembina teater banyoe, Desi Aries Sandy Senin (12/12/2016).
Dikatakan, banyak hal yang menjadi katarsis (penyucian batin) selama terpisah. Puncaknya kemarin, pihaknya menemukan titik untuk mengibarkan bendera komunitas teater banyoe kembali. Berbagai gagasan dan pelajaran di lapangan dijadikan sebagai objek pengabdian, tentunya ini akan berdampak positif bagi masyarakat kuningan.
“Semua kami rangkum dan simpulkan menjadi sebuah silaturahmi deklarasi budaya dan kebangsaan, menjadi semangat daya juang dan pengabdian, menjadi magnet yang menarik rasa batin menuju kepedulian dan ketulusan pada sesama, menjadi wabah bagi setiap orang untuk selalu menularkan kebaikan,” papar Desi.
Usai menyatukan persepsi kata Desi, sekira pukul.14.00 wib, teater banyoe bersama organisasi Front Marhaen dimana salah satu pendirinya, Dani Toleng adalah penasehat teater banyoe berangkat menuju gedung DPRD Kuningan untuk audiensi bersama Ketua DPRD, Rana Suparman, S.Sos.
“Saat audiens, berbagai hal kami sampaikan berkenaan dengan sosial dan budaya. Kami meminta agar jajaran dewan mau mendengar dan mewujudkan program sejuta perpustakaan di tempat-tempat strategis dan edukatif. Kami tidak ingin hanya sebatas wacana di atas lembaran kertas saja. Namun kami meminta agar jajaran dewan mau mendengar dan mewujudkan cita-cita kecil kami,” katanya.
Sementara, ketua Front Marhaen, Dani Toleng menambahkan, pentingnya 'melek' membaca, menjadi sasaran utama teater banyoe dan Front Marhaen untuk ikut terlibat dalam mencerdaskan anak bangsa. Ia yakin, teater banyoe dan front Marhaen dapat bersinergi dengan baik dan progresif, sehingga akan menjadi kekuatan besar bagi rakyat dalam mewujudkan nilai-nilai kebangsaan yang sesungguhnya.
“Kami, Teater Banyoe dan Front Marhaen sudah bersepakat untuk ikut hadir dalam sebuah pengabdian kemasyarakatan, baik vertikal maupun horizontal, formal ataupun non formal. Semoga momentum 9 Desember ini tidak hanya menjadi seremonial belaka. Sehingga, Kabupaten Kuningan maju, bermartabat dan bersih dari koruspsi, Merdeka!!" tutur Dani Toleng didampingi sekjen Front Marhaen, Fonda Daulika.(j’ly)






