Thu30042026

Last updateWIB3_TueAMWIBE_April+0700RAprAMWIB_0AMthWIB1777346359+07:00TueAMWIBE

Ekonomi

BBM Dibatasi, Pengusaha Angkutan Menjerit

Seorang petugas SPBU saat melayani pembelian BBM bersubsidi.

Kuningan Terkini - Sejumlah pengusaha angkutan umum di Kabupaten Kuningan menjerit akibat adanya kebijakan pemerintah terkait BBM bersubsidi yang dibatasi pembeliannya. Pasalnya, selain direpotkan dengan pembelian BBM jenis solar, juga sangat merugikan sehingga pendapatannya berkurang.

“Pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis solar dimulai sejak pukul 06.00 pagi hingga 18.00 WIB sore, jelas sangat merugikan Saat ini, saya sedang memikirkan dampak dari pembatasan pembelian BBM tersebut terhadap tarif angkutan,” ucap salah seorang pengusaha angkutan CV Bayem Jaya Trans, H Udin Kusnaedi kepada KaTer, Jumat (8/8/2014).

Ia menilai, pembatasan tersebut sangat mengggangu bagi para pengusaha angkutan dan para pengusaha yang menggunakan jasa angkutan. Bagi pengusaha angkutan penumpang umum, itu juga pasti akan berpengaruh pada penentuan tarif angkutannya.

“Adanya aturan pembatasan pembelian BBM yang diberlakukan sejak 4 Agustus lalu, juga akan berpengaruh terhadap sistem distribusi barang. Sehingga, hal demikian membuat bingung para pengusaha untuk mencari solusi terbaik agar perusahaannya tetap stabil,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya saat ini sulit untuk memprediksi biaya angkut sayuran. Kebijakan pemerintah ini sangat membingungkan pengusaha angkutan dan pengusaha pengguna jasa angkutan.

“Saya yakin dengan diberlakukan kebijakan pembatasan pembelian solar, diperkirakan akan terjadi kemacetan lebih parah dan distribusi barang pun akan sangat terlambat. Para supir tidak akan mungkin membeli solar pada malam hari, karena mereka pasti akan menunggu sampai pagi hari,” katanya.

Hal senada dikeluhkan salah seorang pemimpin perusahaan Otobis Luragung Termuda H Yayan Irman Suryana, karena sangat dikhawatirkan beberapa kendaraanya tidak dapat beroperasi karena sulit mendapatan bahan bakar.

“Pembatasan pembelian solar, jelas berpengaruh terhadap perusahaan angkutan seperti yang saya kelola. Apalagi, di hari-hari biasa penumpang agak sepi. Ini jelas sangat membingungkan kami sebagai pelaku usaha,” pungkasnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing