Ekonomi
PDAU Kuningan Jeruk Makan Jeruk?
- Details
- Published on Monday, 25 May 2015 18:10
- Written by admin
- Hits: 32342
Kuningan Terkini - Setelah sebelumnya anggota DPRD Kuningan yang meminta Kinerja PDAU Kertaraharja Kuningan di evaluasi, kini giliran dari tokoh pemuda yang tergabung dalam LSM Gempur, Zakial Fuad. Menurutnya, PDAU Kertaraharja tidak saja harus di evaluasi kinerjanya, juga harus segara diaudit. Ia menilai PDAU Kuningan diduga membuat perusahaan dalam perusahaan atau jeruk makan jeruk.
“Saya juga meminta agar pihak terkait, dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan Negri Kuningan untuk memeriksa terkait bantuan APBD yang diperuntukan untuk pembelian pohon jeruk,” kata Zaki sapaan akrabnya kepada Kuningan Terkini, Senin (25/5/2015).
Selain itu kata Zaki, jika dikaji lebih mendalam terkait produk yang dipasarkan PDAU Kuningan, salah satunya adalah produk minuman merk Jenisa. Kenapa harus Jenisa? Bukan Jenifer yang telah membawa nama harum Kuningan dengan produk minumannya, bahkan telah go Nasional.
“Jenisa itu milik siapa? Katanya sih milik istrinya direktur PDAU Kuningan. Apa bedanya? Apa ini bukan jeruk makan jeruk namanya,” kata Zaki menyindir.
Terkait dengan bantuan APBD untuk pembelian pohon jeruk sambung Zaki, Ia menilai hal ini sama saja dengan perusahaan Jenisa yang notabene milik istrinya direktur PDAU dibiayai pemerintah. Pertanyaannya sangat sederhana, kenapa PDAU membuat program untuk pembelian pohon jeruk? Kenapa tidak mengembangkan potensi wisata Kuningan atau menyediakan bahan (ketan,red) untuk pembuatan peuyeum yang selama ini dipasok dari luar kota.
“Jenifer itu kan bahan bakunya jeruk,” tegasnya.
Sementara, Direktur PDAU Kuningan, Benhardi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, PDAU Kuningan ini, disamping ada misi bisnis, juga membantu pengusaha Kuningan untuk bisa berkembang. Selain itu, harus jemput bola dengan memasarkan produk asli Kuningan.
“Untuk menyediakan bahan baku peuyeum, kita harus mengerti dulu ilmunya, harus belajar dulu. Dalam orientasi bisnis ini, harus berdasarkan pengalamam, tidak asal saja,” katanya.
Kedepan kata Benhardi, tidak menutup kemungkinan untuk menyediakan bahan baku peuyeum. Untuk itu, Ia minta waktu untuk membenahi PDAU Kuningan agar bisa lebih berkembang sesuai dengan harapan.
“PDAU sudah memberikan kontribusi PAD. Tahum 2013, sebesar 13 juta dan tahun 2014 sebesar 54 juta. Tahun 2015, target saya 4 atau 5 kali lipat dari tahun 2014,” terangnya.(j’ly)






