Hukum
PEKAT Kampanyekan ANTI KORUPSI
- Details
- Published on Monday, 09 December 2013 14:59
- Written by Admin
- Hits: 24209
Kuningan (Ka Ter) Peringatan Hari Antikorupsi Internasional/Sedunia (HAKI) sebagai ajang untuk mengkampanyekan nilai-nilai antikorupsi secara lebih luas kepada masyarakat.Pada setiap tanggal 9 Desember masyarakat di dunia, termasuk Indonesia bahkan di kabupaten kuningan memperingati Hari Antikorupsi. Momentum HAKI tidak hanya bersifat seremonial tetapi bagaimana pelibatan masyarakat secara luas menghasilkan dampak pada penyadaran isu antikorupsi. Semangat gerakan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Antikorupsi Internasional (HAKI).
Berbagai macam acara yang dilakukan Ormas, LSM dan mahasiswa sebagai bentuk memperingati Hari Antikorupsi Internasional (HAKI) pada hari ini (9/12/2013), demikian juga halnya yang dilakukan Ormas PEKAT Indonesia Bersatu Kabupaten Kuningan, yang akan melakukan aksiroadshow kampanyePendidikan Anti Korupsi kerjasama beberapa sekolah yang ada di kabupaten Kuningan salah satunya akan dikampanyekan di sekolah menengah kejuruan (SMK) Taofiq Mubarok di Ciawigebang, sehingga diharapkan dari sejak dini generasi penerus bangsa akan terbentuk karakter Anti Korupsi baik sikap dan prilakunya.
Kampanye ini bertujuan untuk menyalakan kembali semangat kejujuran sebagai langkah awal pemberantasan korupsi. Dan kami menyambut baik terobosan rekan-rekan dari Ormas PEKAT IB ini yang Sasaran nya kepada pelajar untuk menyampaikan pesan betapa pentingnya peran aktif generasi penerus bangsa untuk terlibat dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Termasuk dikalangan pelajar ini. Ungkap Muhammad Nur Sidik S.Pd kepala sekolah SMK TM Ciawigebang.
Disela – sela acara undangan menghadiri Sertijab Kapolda Jabar di gedung TRANS Convention Bandung (8/12/2013) Sekretaris Ormas PEKAT IB Kuningan Nana Mulyana Latif ST. menyatakan bahwa setidaknya, ada dua tujuan yang ingin dicapai dari kampanye anti korupsi ini. Pertama untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap elemen masyarakat diharapkan semangat anti korupsi akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari-hari. Sehingga, pekerjaan membangun bangsa yang terseok-seok karena adanya korupsi di masa depan tidak akan terjadi lagi. Jika korupsi sudah diminimalisir, maka setiap pekerjaan membangun bangsa akan maksimal. Tujuan kedua adalah, menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum seperti KPK, Kepolisian dan Kejaksaan agung, melainkan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa.
Nana Mulyana mengutip ucapan tokoh nasional India, Mahatma Gandhi yang berujar dunia ini menyiapkan kebutuhan setiap orang, tapi tidak dapat menyiapkan untuk keserakahan dan ketamakan setiap orang.
Dalam kesempatan yang sama H. Dudung Mundjadji Ketua DPD Kuningan PEKAT IB, mengatakan tidak ada tempat bebas bagi korupsi. Korupsi harus diperangi. "Kita harus bersatu memerangi kejahatan yang luar biasa, tanpa persatuan, kejahatan ini tak bisa diberantas," ungkap Dudung
Peran organisasi kemasyarakatan dalam melaksanakan salah satu fungsinya yaitu sebagai sosial kontrol terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, Selain itu, ormas ataupun LSM harus mampu mengkonsultasikan dan mengkomunikasikan serta bertukar informasi terhadap berbagai hal-hal aktual dimasa ini, untuk kemudian bersama-sama mencari formula pemecahannya sehingga hasil yang didapat bermanfaat bagi pembangunan di Kabupaten Kuningan kedepan. Maka Ormas PEKAT IB Kuningan menyatakan sebagai agen perubahan untuk kontrol pemerintah pada kebijakan yang tidak memihak kepada masyarakat Pungkas Ketua PEKAT IB Kuningan.(Adm)






