Kesehatan
Kultum Bareng Kang Asep (1)
- Details
- Published on Tuesday, 23 June 2015 14:34
- Hits: 31901
Sidik Jari
Kuningan Terkini - Di jaman Rasulullah SAW sidik jari mungkin tidak banyak artinya untuk manusia. Adalah Genn Ginsen pada 1856 menemukan bahwa pola garis di ujung jari manusia adalah sesuatu yang unik bagi individu tersebut.
Pola garis pada ujung jari ini berbeda pada setiap orang, bahkan pada seorang yang kembar identik sekalipun. Identitas ini tak dapat dipalsukan. Sidik jari meninggalkan tanda yang unik pada benda yang kita sentuh. Luka bakar, cedera, atau perubahan pada kulit karena bertambahnya usia juga tidak dapat mengubah sidik jari ini.
Pola garis tersebut dimulai sejak di rahim, ketika janin menyelesaikan periode 3 bulan pertamanya. Pada saat Quran diturunkan, ujung jari dianggap tidak memiliki keistimewaan. Allah SWT yang akan menghidupkan manusia kembali pada hari kebangkitan dan menekankan pentingnya ujung jari.
Bisa diimplikasikan bahwa kelak pada saat kita dibangkitkan, semua keunikan dan ciri-ciri tubuh kita akan dikembalikan lagi. Apa yang ada pada ujung jari kita, walaupun tampak tidak penting, mencukupi untuk proses ini. Ujung jari merupakan bank data yang karenanya keseluruhan tubuh dapat dibentuk kembali.
DNA adalah satu temuan terpenting dalam sejarah kehidupan manusia. Satu DNA saja memuat sebuah pesan rahasia yang terbentuk dari rangkaian 3 milyar lebih kode. Mulai dari warna rambut hingga jari kelingking kita, semuanya terkandung dalam kode ini. Hasil cetak data yang berkaitan dengan DNA jika dibukukan akan menghasilkan 1000 jilid, masing-masing berisi 1 juta halaman.
Hebatnya lagi DNA memiliki kemampuan menyalin semua data ini dalam waktu 20-80 menit. Dalam pengetahuan yang terkandung dalam 1.000 jilid buku tentang 1 DNA, kita bisa menemukan semua ciri tubuh kita. DNA dari sel sederhana di ujung jari akan memberi kita semua informasi yang dibutuhkan. Dan dengan mudah, Allah SWT al-Khaliq dapat menggunakan data itu untuk membangkitkan manusia kembali. Subhanallah...
Allahu a'lam bish-shawwab....
Penulis : Asep Sufyan Ramadhy SKed (Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan)






