Mon04052026

Last updateWIB3_MonAMWIBE_May+0700RMayAMWIB_0AMthWIB1777853852+07:00MonAMWIBE

Parlementaria

Tolak Cevron, Ratusan Massa Gempur Unjuk Rasa

Tolak Cevron, Ratusan Massa Gempur Unjuk Rasa

Kuningan (KaTer) - Ratusan warga masyarakat Kuningan yang tergabung dalam Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur) turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kuningan, Jumat (14/3/2014). Demonstrasi kali ini terkait penolakan PT Chevron sebagai pemenang lelang dalam eksplorasi panas bumi di Gunung Ciremai.

Pantauan di lapangan, massa aksi yang berjumlah ratusan itu melakukan Long March dari kawasan RS Wijaya Kusuma di Jalan RE Martadinata menuju ke Gedung DPRD Kuningan di Ancaran. Saat sebelumnya, massa aksi berkumpul di sekitar jalan baru Cijoho atau dekat bunderan lampu merah Cijoho. Terlihat pengawalan dari aparat keamanan daerah diantaranya Anggota TNI, Polres Kuningan, beserta Satpol PP sangat ketat.

Koordinator Gempur, Okki Satrio dalam aksinya menuntut agar Chevron ditolak masuk ke wilayah Gunung Ciremai. Masyarakat meminta kepada DPRD Kuningan untuk memanggil Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Menteri ESDM, Jero Wacik untuk berdialog dengan warga Kuningan terkait dugaan kejanggalan persoalan Chevron sebelum Pileg digelar.

Selain itu, Okki juga mengecam Revisi UU Panas Bumi yang dilakukan dengan tenggat april di saat pergantian anggota legislative lama ke baru. “Secara kepatutan politik wajib dicurigai, dan harus di usut oleh KPK dan ICW,” tambahnya.

Dia juga meminta, pengukuhan kawasan Kehutanan Gunung Ciremai sebagai Hutan Lindung yang memperluas Tata Kelola Rakyat pada lingkungan dan sumber kehidupannya. Disamping itu, mendukung rakyat di wilayah desa hutan lereng Ciremai mendapatkan hak untuk mengelola dan mengambil hasil atas tanaman para petani warga kawasan Ciremai.

“Apapun bentuknya, apabila Chevron itu masuk di Kuningan maka bisa dikategorikan sebagai penjajahan atas rakyat Kuningan dan ini awal dari kesengsaraan masyarakat Kuningan,” tandasnya.

Artinya sambung Okki, warga tidak ingin Chevron masuk di Kuningan yang jelas-jelas akan merusak lingkungan. “warga Kuningan akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Intinya, harga mati Chevron tidak boleh masuk di Kuningan,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman dihadapan ratusan pendemo meminta, semua unsur masyarakat yang ada di Kuningan bisa berkomitmen bahwa persoalan Chevron ini merupakan persoalan rakyat yang bukan main-main. Maka, proses penyelesaian yang ada di TNGC dan Chevron juga harus dilandasi oleh keinsyafan bersama. Itu yang kami inginkan.

“Saya bertekad secara pribadi, dan akan mengajak kepada rekan-rekan lainnya termasuk di fraksi saya dan khususnya di DPRD Kuningan, menolak masuknya Chevron untuk melakukan eksploitasi di Gunung Ciremai,” tandasnya.

Untuk itu kata Rana, pihaknya berharap bahwa regulasi terbaik yang dihasilkan nanti merupakan regulasi dibawa bicara dengan rakyatnya. “Selain itu, kami meminta kepada seluruh penyelenggara pemerintahan bahwa seluruh potensi alam yang ada di Kuningan tidak harus diambil alih oleh bangsa asing,” terangnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing