Parlementaria
Sejumlah Fraksi Tolak Chevron
- Details
- Published on Thursday, 27 March 2014 22:47
- Written by Andry
- Hits: 39207
Kuningan (KaTer) - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh masyarakat lereng Gunung Ciremai untuk menolak penambangan panas bumi oleh PT Chevron, akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya, sejumlah fraksi partai yang ada di DPRD Kuningan sepakat menolak eksploitasi dan eksplorasi proyek geothermal di Gunung Ciremai. Pimpinan fraksi partai yang telah menandatangani kesepakatan tolak Chevron melakukan penambangan panas bumi di Gunung Ciremai yakni fraksi PDI P dan fraksi PAN.
Dihadapan aksi massa, Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman, Kamis (27/3/2014) mengatakan, terkait persoalan Cevron, tidak perlu lagi mengundang gubernur dan kementerian terkait, yang terpenting adalah sikap DPRD Kuningan untuk menolak Chevron di Kuningan. Selain fraksi PDI P dan fraksi PAN, ada pernyataan dari anggota fraksi partai Golkar untuk menyampaikan kepada pimpinan fraksi supaya menandatangani surat penolakan Chevron paling lambat hari senin depan.
Menurutnya, tidak ada perbedaan analisa dan perhitungan antara DPRD Kuningan dengan warga masyarakat, karena sudah menganggarkan anggaran untuk sosialisasi. Sehingga hasilnya masyarakat menjadi tahu bahwa pemprov Jabar sudah menggelindingkan rencana untuk melakukan eksplorasi Gunung Ciremai.
“Maka, kami pemerintah daerah atas dasar kebijakan Sekda Kuningan, sebelum menerima keputusan provinsi tersebut seyogyanya pemda melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga masyarakat menjadi tahu dan paham dengan persoalan saat ini,” ucapnya.
Sementara Sekda Kuningan, Yosep Setiawan menuturkan, dengan persoalan yang tidak berpihak pada masyarakat bakal berpotensi menimbulkan konflik horisontal dan vertikal. Pemda Kuningan tidak gegabah, tidak main ACC untuk mengikuti apa hasil yang dilaksanakan oleh provinsi.
“Tender memang sudah, tapi belum apa-apa. Karena, saya juga ingin mengikuti perkembangan dan situasi dari masyarakat Kuningan itu sendiri, sebagai Wilayah Kerja Pertambangan (WKP),” katanya.
Yosep mengatakan, Pemkab Kuningan sangat mengerti dan tahu persis apa yang menjadi aspirasi warga Kuningan. Apakah dengan penambangan yang dilakukan oleh pihak asing itu bisa mensejahterakan masyarakat juga dirinya mengakui belum tahu. Karena masih dalam tahap penelitian.
“Kami tidak ingin menyengsarakan masyarakat Kuningan, khususnya yang ada di wilayah kaki Gunung Ciremai. Kami akan seutuhnya membawa aspirasi warga masyarakat sebagai sikap Pemkab Kuningan untuk disampaikan kepada Gubernur bahkan sampai kementerian ESDM,” pungkasnya.(AND)





