Pemerintahan
Dusun Banjaran Tidak Diperhatikan Pemkab?
- Details
- Published on Saturday, 14 December 2013 17:21
- Written by Admin
- Hits: 56108
Kuningan (KaTer) - Sejumlah warga dusun Banjaran Desa Jabranti, Karangkancana menuntut adanya pemerataan pembangunan jalan. Pasalnya, kondisi jalan sepanjang 3,5 kilometer arah jabranti menuju Banjaran belum pernah diaspal. Kondisi jalan yang sudah memprihatinkan dan rusak parah ini berpotensi terhadap bencana longsor.
"Kami atas warga Banjaran berharap pemerintah setempat khususnya pemda Kuningan untuk memberikan bantuan pengaspalan ke dusun Banjaran. Pembangunan harusnya jangan hanya fokus di wilayah perkotaan saja, tapi harus merata sampai di pelosok daerah,"ujar kepala dusun Banjaran, Rusdiana GM, Sabtu (14/12/2013).
Menurutnya, dusun Banjaran merasa kurang diperhatikan oleh pemda Kuningan tentang pemerataan pembangunan. Padahal, tiap tahun warga dusun Banjaran yang terdiri dari 130 KK dan 700 jiwa ini taat bayar pajak. Bahkan, ada yang mau membayar pajak bumi dan bangunan hingga 6 juta per orang. Bukan hanya pemda saja yang mengabaikan dusun Banjaran, para anggota dewan dari Dapil 4 pun seolah-olah menutup mata dengan kondisi daerah disini.
“Kalau memang dusun Banjaran sudah tidak ada di peta Kabupaten Kuningan, maka warga akan menolak membayar pajak. Karena percuma selama ini membayar pajak tapi tidak merasakan hasil pembangunan dari pajak yang dibayarkan tiap tahun ke pemda,” sindirnya.
Lebih jauh Rusdiana mengungkapkan, dari tahun ke tahun, dusun Banjaran tidak tersentuh pembangunan. Padahal, saat musim kampanye, di wilayah Banjaran sering kedatangan caleg maupun Timses Calon Bupati dengan janji ingin memperbaiki jalan. Tapi janjinya belum terbukti. Banyak kejadian yang menyedihkan menimpa warganya, akibat akses jalan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
"Saya merasa sedih, ketika ada warga yang akan melahirkan pada malam hari atau pada saat turun hujan harus dibawa dengan tandu menuju puskesmas kecamatan. Kadang juga pas ditengah-tengah perjalanan malah sudah keburu melahirkan. Ini karena jalan yang hanya bebatuan dan tanah itu tidak dapat dilalui mobil jika hujan," kenangnya.
Jika jalan di wilayah ini sudah diaspal sambung Rusdiana, dipastikan bisa mendorong perekonomian warga untuk lebih meningkat, baik di bidang pertanian, perkebunan dan pariwisata. Minat masyarakat terhadap pendidikan pun akan lebih meningkat.
"Di salah satu dusun kami ada fasilitas sekolah dasar, madrasah, dan satu musholah. Hasil pertanian seperti padi dan kopi cukup melimpah. Untuk pariwisata pun ada Batu Naga, Batu Kutatingkem, dan daerah air terjun yang berpotensi dikembangkan menjadi tempat wisata,” tuturnya.***






