Pemerintahan
PDAU Tidak Mampu Bayar Tunjangan Karyawan?
- Details
- Published on Wednesday, 18 December 2013 19:21
- Written by Admin
- Hits: 39086
Kuningan (KaTer) - Tunjangan yang menjadi hak 25 karyawan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kertaraharja yang hingga kini belum dibayarkan mendapat kitikan dari aktifis F-Tekkad, Soejarwo. Menurutnya, kejadian yang sangat memalukan ini merupakan tamparan keras bagi petinggi PDAU yang tidak mampu bekerja untuk memajukan salah satu BUMD di Kuningan ini.
“Sangat ironis, disatu sisi PDAU mendapat dukungan dan kucuran dana yang tidak sedikit, disisi lain tidak mampu membayar tunjangan untuk 25 karyawannya,” kata mang Ewo sapaan akrabnya kepada KaTer, Rabu (18/12/2013).
Dikatakannya, dalam kurun 2 tahun terakhir ini, PDAU mendapatkan suntikan dana segar yang fantastis dari APBD, tidak kurang dari Rp 14 miliar digelontorkan untuk PDAU. Anehnya lagi, meski sudah mendapatkan suntikan dana yang besar ini, PDAU masih belum mampu memberikan sumbangan PAD dengan alasan baru seumur jagung.
“Kita tunggu saja kedepan, masyarakat harus bersabar karena mereka selalu bilang bahwa PDAU baru seumur jagung dan harus maklum. Makanya belum bisa memberikan kontribusi pada pemasukan PAD,” sindirnya.
Lebih jauh mang Ewo mengungkapkan, sebelum dikelola oleh PDAU, Disparbud dapat memberikan kontribusi ke PAD sebesar Rp. 1,2 miliar. Pada tahun 2012, obyek wisata Waduk Darma dapat memberikan PAD senilai Rp425 juta. Sementara ketika dikelola PDAU, kontribusi ke PAD nihil, bahkan tunjangan buat karyawannya juga belum dibayarkan.
“Saya lihat, Dewan Pengawas PDAU hanya sebagai pelengkap organisasi dan tidak berdaya dengan kondisi ini. Seharusnya, orang-orang yang bekerja di sektor pariwisata ini harus visioner, memiliki jiwa seni dan professional,” pungkasnya.(j’ly)






