Pendidikan
Minat Baca Rendah, Perpustakaan Daerah Sepi
- Details
- Published on Friday, 25 April 2014 18:59
- Written by Andry
- Hits: 42634
Kuningan (KaTer) - Perpustakaan daerah yang merupakan salah satu nadi dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas nampaknya masih jauh dari harapan. Pasalnya, minat baca masyarakat di Kuningan cenderung masih rendah. Hal tersebut terbukti masih sepinya aktifitas membaca di perpustakaan daerah Kuningan. Pengunjung yang datang tak lebih dari 70 orang setiap hari.
“Mengenai minat membaca setiap tahun tidak ada perubahan, meski jumlah buku di Perpustakaan Daerah Kuningan ditambah. Dari jumlah wajib baca 800 ribu orang yang datang yang datang per hari tidak lebih dari 70 orang,” kata Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kuningan, Dudin Mufakir SH kepada KaTer, Jumat (25/4/2014).
Menurutnya, jumlah pengunjung itu kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sedangkan dari umum nyaris tidak ada. Mereka tidak tertarik datang padahal buku yang disedikan gratis dan boleh dibawa pulang.
“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah rendahnya minat baca. Salah satu diantaranya mendatangi sekolah-sekolah, desa dan kelurahan yang ada di seluruh pelosok Kuningan. Biasanya penyuluhan tersebut dengan menggunakan mobil perpus keliling,” ungkapnya.
Sementara, Kasi Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Kuningan, Warsija Praja MPd menilai, penyebab rendah minat baca khususnya pelajar adalah kurangnya kepedulian tenaga pendidik untuk mendekatkan anak didiknya dengan buku.
“Selain itu, perpustakaan sebagai sarana tempat untuk membaca juga harus membuat para penikmat buku lebih nyaman. Keberadaan perpustakaan harus lebih representatif sehingga pembaca merasa lebih tenang,” ujarnya.
Warsija yang juga seorang dosen di Uniku berpendapat, kharakteristik pembaca itu berbeda-beda. Ada yang tenang dengan suasana hening, ada yang suka dengan nuansa musikal, ada pula yang bisa konsentrasi membaca jika di ruangan tertutup dan menyendiri.
“Nah untuk sejumlah klasifikasi itu, di perpustakaan Kuningan belum ada. Misalnya disediakan beberapa ruangan khusus untuk membaca. Memang, jika hal itu direalisasikan bakal memakan anggaran yang tak sedikit,” ungkapnya.
Untuk saat ini sambung Warsija, perpustakaan sudah cukup lengkap. Sejumlah koleksi buku yang dibutuhkan para pengunjung telah tersedia, bahkan tak jarang ada penambahan buku-buku lain.
“Misalnya para mahasiswa yang tengah menyusun tugas akhir atau skripsi, kerap kali mendatangi perpustakaan untuk meminjam buku sebagai referensi dalam membuat teori,” pungkasnya.(AND)






