Profil
Yulia Kembangkan Oleh-Oleh Khas Kuningan
- Details
- Published on Monday, 02 February 2015 21:25
- Hits: 71289
Kuningan Terkini - Berwirausaha merupakan salah satu profesi bagi sebagian orang yang notabene memiliki pemikiran yang tak buruk bahkan patut dibanggakan Selain menciptakan peluang kerja baru, wirausahawan juga bisa mengantongi penghasilan dan kesuksesan sesuai yang diidamkannya.
Kesuksesan inilah yang tampaknya tengah dinikmati Yulia Purnamasari. Gadis berparas cantik usia 24 tahun ini, menamai tokonya dengan sebutan Mojankk yang tak lain singkatan dari Makanan Olahan & Jajanan Khas Kuningan yang berdiri sejak bulan Juni 2013 lalu. Pilihannya menjadi wirausaha muda telah menjadikan inspirasi bagi para pekerja yang tengah memikirkan masa depannya.
“Sebenarnya usaha ini sudah dari tahun 2012 saya jalankan. Namun, karena saya juga bekerja di Bank mandiri, usaha saya jadi terbengkalai. Setelah saya memutuskan resign dan fokus ke usaha, maka bulan Juni 2013 usaha saya mulai berkembang,” ucap wanita berjilban ini saat berbincang dengan Kuningan Terkini, Senin (2/2/2015).
Dikatakan, selain membuka toko oleh-oleh khas Kuningan yang berada di daerah jalan raya Kramatmulya, salah satu produk makanan khas Kuningan yang dijual adalah tape ketan hitam. Selain itu, dirinya memproduksi makanan cemilan kripik wortel dan tomat, yang kini sudah tersebar di wilayah III Cirebon dan kota besar lainnya.
“Tape ketan hitam kami distribusikan ke toko oleh-oleh seluruh Kuningan dan Cirebon. Selain tape, makanan lain yang diproduksi dan diminati banyak kalangan yakni kripik wortel dan tomat. Kripik ini menjadi cemilan favorit untuk anak muda dan sudah masuk ke wilayah III Cirebon, Depok dan Bandung,” sebutnya.
Dirinya mengaku memulai membuka usahanya karena memiliki keinginan yang besar untuk menggali daerahnya sendiri, yakni dengan mengembangkan usaha makanan khas Kuningan.
“Awalnya, saya melihat di daerah saya banyak ibu-ibu yang hanya diam saja di rumah, dan mereka masih kekurangan dalam masalah ekonomi. Sedangkan peluang dan potensi di Kuningan ini masih besar untuk digali dalam masalah kuliner. Kemudian saya tergugah untuk membuat usaha agar wanita-wanita bisa lebih mandiri serta berkreasi, sebagai pecinta kebudayaan Kuningan,” ujarnya. (AND)






