Profil
Cecep, Putra Kuningan Multi Talent
- Details
- Published on Monday, 22 June 2015 18:49
- Hits: 46914
Kuningan Terkini - Cecep Heriana SKM MPH, adalah seorang putra daerah Kuningan yang baru saja menerbitkan buku Manajemen Pengolahan Data Kesehatan. Cecep lahir di Kuningan, 30 Juli 1985.
Cecep menyelesaikan studi S1 Kesehatan Masyarakat dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tahun 2008. Sedangkan gelar Master of Public Health in Filed Epidemiology (MPH) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) diperolehnya tahun 2014.
Keaktifannya dalam berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, konferensi, workshop, pelatihan epidemiologi dan kesehatan masyarakat baik dalam dan luar negeri, menjadikannya sebagai praktisi dan penggiat kesehatan masyarakat.
Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua STIKKU Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama ini aktif dalam organisasi keprofesian. Ia menjabat sebagai Pengurus Cabang Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kuningan, Pengurus Forum Kabupaten Sehat Kuningan, anggota dari Perhimpunan Epidemiologi Lapangan Indonesia (PAELI) serta peneliti dalam Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN).
Sebagai peneliti dalam bidang epidemiologi dan kesehatan masyarakat, Cecep pun sering mendapat berbagai hibah penelitian dari Dikti maupun dari sumber lain.
Diusia yang masih muda, Cecep aktif menulis dalam jurnal nasional dan tampil sebagai pembicara dalam berbagai pelatihan dalam bidang manajemen data, penulisan ilmiah, pemetaan kesehatan dan pelatihan soft skill mahasiswa dan konsultan penelitian kesehatan.
Ia pun menjadi penulis maupun penelaah soal Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (UKSKMI) dan asesor divisi kesehatan masyarakat Lembaga Akreditas Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PT Kes).
Publikasi Ilmiah dalam bentuk buku yang sedang dikerjakan adalah Buku Epidemiologi untuk Praktik Kesehatan Masyarakat yang juga diikutsertakan dalam Hibah Penulisan Buku Teks Kemenristek Dikti tahun 2015.
“Dosen punya tugas melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi yaitu pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satu tugas pendidikan itu melakukan kegiatan mengajar. Agar mahasiswa mudah memahami materi, maka dosen harus membuat buku ajar sebagai alat bantu belajar,” bebernya.
Buku yang berjudul Manajemen Pengolahan Data Kesehatan, menurutnya, merupakan alat bantu proses belajar bagi mahasiswa kesehatan. Karena semua mahasiswa kesehatan pasti diwajibkan melaksanakan tugas akhir.
“Untuk melaksanakan tugas akhir, mahasiswa harus penelitian. Setelah penelitian dan punya data, maka harus diolah. Nah, buku ini yang menuntun pengolahan data hasil penelitian tersebut khusunya penelitian dalam bidang kesehatan. Apalagi, buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti dan fokus pada analisis yang sering dilakukan” ungkapnya. (DHE)






