Sun19042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Sosial

Elang Ular Dilepas Kealam Liar

Elang Ular

Kuningan (KaTer) - Seekor Elang berjenis pemangsa ular (Spilornis Cheela) dilepas Badan Taman Nasional Gunung dan Raptor Indonesia Kuningan, Jumat (17/1/2014) diblok Lambosir Kawasan TNGC Desa Setienagara Kecamatan Cilimus. Hal ini dilakukan sebagai upaya pelestarian jenis burung pemangsa yang dilindungi undang - undang.

Menurut Ketua Raptor Indonesia Kabupaten Kuningan Zaeni Rachman, tujuan pelepasan Elang Ular kealam sebagai upaya pelestarian jenis burung pemangsa yang dilindungi undang - undang itu. Sebelum dilepas kealam liar elang yang diberinama Urel ini direhabilitasi selama satu bulan lebih di Blok lambosir.

"Kami mendapatkan elang ini dari pusat rehabilitasi elang di Cikananga Sukabumi, karena tadinya berasal dari Kuningan maka kami kembalikan kehabitat aslinya,"ujar Zaeni.

Sebelumya kata Zaeni, jenis elang ini pernah direhabilitasi di pusat rehabilitasi elang di Jogja, hasil penyerahan dari warga Kuningan, kemudian dilimpahkan ke Sukabumi karena elang tersebut berasal Jawa Barat. Elang ini diserahkan dari warga Tahun 2008, sekarang umunya sudah lima tahun dan siap berkembang biak.

“Selama dalam kandang rehabilitasi urel sudah menunjukan kesiapan hidup dialam bebas, karena sudah terbiasa memakan hewan liar layaknya dialam bebas. Selama sebulan ini diberikan ular, kadal, tikus dan burung tekukur, jenis elang ini jantan, jika berbunyi sering didatangi betina yang agresif," ujar ketua komunitas pelestarian burung pemangsa ini.

Elang yang dilepas ini sambung Zaeni, merupakan jenis elang kedua yang pernah dilepas TNGC dan Raptor Kuningan yang didapat dari warga, setelah Elang Jawa di awal Desember 2013. "Siurel maupun silambo (elang jawa yang sudah dilepas lebih dulu) ditubuhnya dipasang mikro chip, untuk mendeteksi keberdaanya, apakah sedang posisi terbang maupun bertengger, akan diawasi selama dua bulan oleh petugas dengan radio pemancar,"ungkapnya.

Kepala Balai Tanaman Nasional Gunung Ciremai Dulhadi mengatakan, sedikitnya ada 700 ekor elang dengan berbagai jenis yang mempunyai wilayah edar di sekitar Gunung Ciremai. "Agar rehabilitasi elang tidak dibawa keluar Kuningan, kami sedang membangun sepuluh lokal kandang rehabilitasi elang di Blok Lambosir yang terbuat dari jaring pelastik dengan tiang besi lima kali lima meter,"ujarnya.

Menurutnya, masih banyak jenis elang yang dipelihara warga, tapi BTNGC kesulitan karena warga meminta pengganti biaya pemeliharaannya. "Kedepannya kami akan bekerjasama dengan perusahan yang peduli lingkungan untuk melestarikan satwa yang dilindungi ini," pungkasnya. (DHE)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing