Sosial
Prihatin, Belasan Tahun Tinggal di Gubuk
- Details
- Published on Friday, 24 January 2014 19:53
- Written by Ade
- Hits: 31305
Kuningan (KaTer) - Sungguh memprihatinkan, kondisi yang dialami Endang Farlinah (40) warga Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur. Bagaimana tidak, wanita yang telah ditinggal suaminya ini hidup di gubuk sederhana yang sudah ditempatinya selama 16 tahun lebih bersama anak perempuannya yang mengalami kelainan di tubuhnya. Padahal rumahnya berdekatan dengan rumah mewah para pejabat, seperti Wakil Bupati Kuningan, anggota DPRD Kuningan dan mantan Kadis Bina Marga.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun Endang mengaku cukup kesulitan. Untuk memasak saja, Endang masih memakai kayu bakar. Sebab, tak ada kompor atau peralatan masak listrik. Beras raskin saja tidak ditebus karena tidak punya uang untuk membayarnya.
“Suami saya telah lama meninggal dunia karena sakit. Disini hanya saya tinggal sama anak saya yaitu Fitri,” kata Endang kepada KaTer, Jumat (24/1/2014).
Selama tinggal di gubuk yang sudah rapuh ini, Endang sering tidur di masjid jika hujan deras maupun angin besar. Sebab, dikhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan jika dipaksakan tidur di gubuknya.
“Kalau hujan gak bisa masak, karena gak punya kompor. Tungku apinya ada di depan rumah. Saat hujan atau ada angin besar pun saya tidurnya di mesjid,” ungkapnya sedih.
Selama ini kata Endang, ia sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Meskipun dia sering mengajukan ke desa. Tapi yang didapat hanya alasan yang tak kunjung terealisasikan.“Selama ini belum ada bantuan. Padahal udah ngajuin, tapi hanya sebatas omong kosong saja,” tutur Endang.
Selain itu, Endang memiliki keinginan agar anaknya dapat sekolah kembali. Karena sempat putus sekolah di MTs Cigugur. Ia sempat mendaftar ke salah salah satu sekolah namun pihak sekolah menolaknya, padahal Fitri sangat ingin sekali melanjutkan sekolahnya.
“Dulunya anak saya sudah sekolah. Tapi kena musibah dipatuk ular. Sehingga menyebabkan kelainan dan akhrinya berhenti sekolah. Saya harap pemerintah ngasih bantuan kepada keluarga saya, pengen rumah ini diperbaiki, dan anak saya bisa melanjutkan sekolahnya,” harap Endang sambil menangis. (DHE)






