Sosial
Hujan Lebat, Puluhan Rumah Terendam
- Details
- Published on Sunday, 26 January 2014 21:42
- Written by Ade
- Hits: 26095
Kuningan (KaTer) - Sedikitnya sepuluh rumah warga RT4, RW7, blok Sawahwaru, Kecamatan/Kabupaten Kuningan terendam air hingga ketinggian mencapai 50 cm. Hal ini menyusul hujan lebat mengguyur daerah Muningan, Minggu, (26/1). Beberapa rumah yang terendam banjir, diantaranya rumah milik Sadi, Hj. Kamdi, Hj. Sugeng, Ida, Ema, Inah, Jaja, Ocih, Dana dan Rodiah.
Pantauan di lokasi, meski tidak ada korban jiwa, namun luapan air yang merendamkan puluhan rumah warga, membuat para pemilik rumah harus bekerja keras melakukan pengurasan. Perlengkapan meubeler, seperti kursi dan lemari serta ranjang milik mereka di keluarkan untuk memudahkan pengurasan dan pembersihan. Sebab, melihat keberadaan air yang berada di dalam rumah warga. Selain terlihat keruh juga tercium bau.
Menurut warga setempat, Dana (40), aktivitas pengurasan air ini sebagai upaya dalam mengantispasi terhadap kejadian yang tidak inginkan. Salah satunya sambaran arus listrik yang berpotensi terhadap bahaya.
“Selain menyelematkan barang – barang dan isi rumah dari luapan air. Seperti, alat elektorinik, perabotan rumah tangga dan pakain serta kasur. Pengurasan air ini tentu untuk menghindari bahaya, “ kata kepala rumah tangga yang yang memiliki anak dua itu kepada KaTer saat di temui di rumahnya.
Kondisi ini kata Dana, membuat hawatir pemiliki rumah terhadap keselamatan nyawa warga sekitar. Apalagi curah hujan yang cukup besar tidak mau berhenti. “Selain takut dengan keberadaan yang akan tinggi. Kondisi ini juga membuat kami jadi hawatir akan keselamatan jiwa. Apalagi hujanya terus menerus, “ katanya sambil menguras air yang berada di dalam rumahnya.
Hal yang sama diungkapkan tetangganya, Sadi (45), dirinya berharap agar pihak terkait bisa melakukan evaluasi dan evakuasi terhadap lingkungan rumah sekitar. Karena, kondisi seperti ini merupakan kali kedua semasa hidupnya.
“Kami berharap agar pemerintah bisa mengatasi banjir yang selalu melanda wilayahnya jika musim hujan. Kondisi ini bukan yang pertama kami alami,“ harapnya.(DHE)






